Kamis, 14 Juni 2012

Gedung Rektorat Unpad di Jatinangor Dibobol

Gedung Rektorat Unpad di Jatinangor Dibobol

JATINANGOR (GM) – Dua ruangan di gedung rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Kab. Sumedang, yakni ruangan kepala biro keuangan dan ruangan bagian dana masyarakat dibobol maling, Rabu (13/6) dini hari.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun “GM” di tempat kejadian perkara (TKP), pembobolan ruangan tersebut diperkirakan dilakukan lebih dari dua orang pelaku. Kawanan maling diduga masuk melalui pintu ruangan utama, karena ada kunci yang rusak akibat dicongkel. “Di pintu utama, ada bekas congkelan,” kata salah seorang karyawan Unpad.
Ia merasa heran mengapa gedung tersebut bisa dibobol padahal dijaga ketat satpam di bawah koordinator PT Sentri. “Seluruh ruangan dikunci dan dijaga satpam. Tapi, maling bisa masuk,” kata salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui penanggung jawab ruangan, Saeri (40) pukul 07.00 WIB. Saeri yang bertugas membuka pintu ruangan kantor kepala biro keuangan kaget karena pintu sudah terbuka lebar. “Saat akan saya buka, ternyata pintu sudah terbuka dan ruangan berantakan, termasuk brankas berisi uang sudah terbuka,” kata Saeri di hadapan petugas.
Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Suparma didampingi Kapolsek Jatinangor, AKP Rikky Aries Setiawan kepada wartawan, Kamis (14/6), mengatakan, peristiwa pembobolan tersebut sedang dalam proses penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Kami masih mendalami kasus ini. Dalam aksi pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut pelaku berhasil membawa kabur uang Rp 95 juta yang disimpan di dalam brankas ruangan bagian dana masyarakat,” kata Suparma.

Senin, 11 Juni 2012

Kepulangan Jasad Teten Disambut Isak Tangis

Kepulangan Jasad Teten Disambut Isak Tangis

JATINANGOR (12/6) – Jasad pembuat senjata api jenis FN, Deni Dahlan alias Teten (40) warga Dusun Cipacing, RT 02/RW 04, Desa Cibeusi, Kec. Jatinangor, yang ditembak mati jajaran Resmob Polda Metro Jaya, Kamis lalu (7/6), disambut isak tangis keluarga dan warga Desa Cibeusi. Jasad Teten diantarkan oleh mobil ambulans dari RS Polri Kramat Jati Jakarta setelah menjalan otopsi, dan tiba di rumah duka pada Sabtu (9/6) sekitar pukul 04.00 dini hari. Sebelum jasad Teten dikebumikan di TPU Desa Cibeusi, ratusan warga Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, larut dalam duka.
Kepala Desa Cibeusi, H. Suryana, mengatakan, Teten adalah salah seorang warga yang baik di mata masyarakat, sehingga dalam pemakamannya saja hampir semua warga Cipacing ikut mengantar. “Dia adalah salah seorang pengrajin senapan yang baik di mata masyarakat dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Cucu Suryaman (38), keluarga korban mengatakan bahwa keluarga akan menuntut atas kematian Teten, pasalnya keluarga tidak menerima jika Teten harus ditembak mati. “Apa tidak ada cara lain, seharusnya almarhum tidak ditembak mati, itu tidak manusiawi, setahu saya pas penangkapannya di Pom Bensin Cipacing, ia sudah menyerahkan diri dan pasrah, tetapi kenapa harus ditembak mati,” pungkasnya. (amn)***
Sumber : KabarPriangan

No comments yet.

Leave a Reply

Logged in as administrator. Logout »

Minggu, 10 Juni 2012

Jumlah Keluarga Miskin di Sumedang Bertambah

Jumlah Keluarga Miskin di Sumedang Bertambah

JATINANGOR, TRIBUN – Jumlah keluarga miskin di Sumedang bertambah. Saat ini jumlah rumah tangga miskin (RTM) menjadi 88.432 dari sebelumnya 83.032 RTM.
Pertambahan data RTM tersebut berdasarkan hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011.
“Hasil PPLS yang dilakukan BPS tahun 2011 itu jumlah RTM bertambah menjadi 5.400 keluarga atau meningkat sekitar 6,5 persen,” kata Asisten Ekonomi Pemkab Sumedang Dede Hermasah, Minggu (10/6).
RTM itu tersebar di 17 kecamatan, sementara di sembilan kecamatan lainnya justru RTM berkurang. Di Kecamatan Sumedang Selatan berkurang 832 RTM, Sumedang Utara (1.503), Cimalaka (745), Tanjungmedar (181), Paseh (234), Situraja (9), Rancakalong (316), Tanjungsari (579) dan Jatinangor (606).
Karena ada jumlah RTM yang bertambah dan berkurang di kecamatan, maka akan berdampak pada penyaluran raskin. “Untuk sembilan kecamatan itu jatah raskin pasti berkurang karena RTM-nya berkurang. Sedangkan 17 kecamatan akan ada penambahan karena RTM juga bertambah,” katanya.
Perubahan penyaluran raskin itu akan dimulai Juli hingga Desember 2012. “Mulai Juli raskin akan disalurkan untuk 88.432 keluarga mendapat 15 kilogram dan harga tetap Rp 1.600 dari titik disribusi,” katanya.
Namun, para kepala desa yang ada di sembilan kecamatan yang mengalami pengurangan jatah raskin memrotesnya. Mereka mengakau tidak sanggup untuk mengelola raskin jika terjadi pengurangan karena masyarakat yang biasanya menerima kemudian tidak menerima akan marah.(*)

Penulis : std
Editor : rie
Sumber : tribun


No comments yet.

Leave a Reply

Logged in as administrator. Logout »